Kuala Namu International Airport (KNIA) merupakan bandara baru Medan – Sumatera Utara yang masih dalam tahap pembangunan. Bandara ini akan menjadi bandara pengganti Polonia Airport di Kota Medan yang sudah melayani penerbangan komersial Medan selama puluhan tahun.

Menurut data terkini dari PT Angkasa Pura II, Polonia Airport – yang memiliki kapasitas maksimal 900.000 penumpang / tahun – jumlah penumpang yang dilayani telah mencapai angka 7,1 juta penumpang / tahunnya, 8 kali lipat melebihi kemampuan kapasitasnya. Maka dari itu percepatan pembangunan KNIA sangat mendesak bagi kebutuhan Kota Medan mengingat proyek KNIA ini sudah molor beberapa kali dari deadline.

Dimulai dari wacana pembangunan bandara baru Medan pada tahun 1994 oleh sejumlah pejabat pemerintah Sumut dan pemerintah pusat, kemudian atas persetujuan wacana tersebut dari pemerintah pusat dimulailah perencanaan pembangunan bandara baru Medan, pengganti Polonia. Kemudian pemerintah daerah Sumut mencari lahan baru yang luas dan cocok untuk menjadi bandara baru sehingga didapatlah Desa Kuala Namu yang memiliki lahan yang potensial untuk pembangunan bandara komersial baru. Pembangunan harusnya mulai dilaksanakan pada tahun 1997, tetapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia membuat pembangunan ini tertunda sangat lama. Di awal 2000-an, pembangunan bandara di Kuala Namu yang sempat terlantar mulai diangkat kembali ke dalam perencanaan pembangunan Indonesia.

Sembilan tahun setelah terjadinya krisis ekonomi nasional, Bandara Kuala Namu akhirnya melaksanakan Ground Breaking yang diinisiasi dan dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tahun 2006. Setelah ground breaking ditetapkanlah milestone pembangunan KNIA dengan penyelesaian proyek paling lambat tahun 2010. Akan tetapi fakta yang terjadi, pembangunan ini kembali molor dari target waktu penyelesaian. Di tahun 2010, pembangunan terminal saja belum rampung, apalagi runway dan komponen-komponen penting lainnya.

Progress pembangunan terasa signifikan setelah menginjak tahun 2011. Hingga saat ini pembangunan yang sudah mencapai 100% diantaranya :

  1. Apron
  2. Taxiway
  3. Terminal luar
  4. Tower
  5. Parking Area, dll

Sementara untuk komponen lainnya yang masih dalam proses penyelesaian atau baru dimulai meliputi :

  1. Jalan Arteri / Highway (65%)
  2. Jalan Toll (proses pembebasan lahan)
  3. Interior Terminal (proses design)
  4. City Check-in Station (under construction)
  5. Rel KA Bandara (under construction)
  6. Runway (36%)
  7. Dan lain-lain

KNIA terletak di Desa Kuala Namu, Lubuk Pakam 40 km dari pusat kota Medan. Pembangunan KNIA akan dijalankan dalam tiga (3) tahap. Setelah tahap 1 selesai, bandara siap dioperasikan.

  • Nama Bandara   : Kuala Namu International Airport (KNIA) 
    Tipe Bandara   : Komersial & Publik
    Konsep         : Eco-Aerotropolist
    Lokasi         : Desa Kuala Namu-Lubuk Pakam, Kabupaten Serdang Bedagai
                     Sumatera Utara
    Luas lahan     : 1365 ha
    Luas Apron     : 200.000 m2
    Kapasitas Apron: 33 unit pesawat 
    Luas Terminal  : 118.930 m2
    Kapasitas      : 8,1 juta penumpang / tahun
    Dimensi Runway : 3750 m x 60 m

Tampak Terminal dari belakang dan Apron

Gambar Tower KNIA render 3D dari Google Earth

Progress terkini Rel KA Bandara

Terminal : 3 tingkat

  • Sumber :
    Forum Skyscrapercity Indonesia
    PT Angkasa Pura II
    Keterangan RE Nainggolan - Ketua Bappeda Sumut
About these ads

One response »

  1. Hariyanto says:

    kepada pihak terkait agar rambu penunjuk arah menuju KNIA di upgred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s